2. Halo..? Yes..?

Pikiranku berkelebat mengingat ketika pertama kali mendapat telpon dari bagian recruitment.

Siang itu seperti biasa aku sedang menikmati gado-gado langganan depan kantorku. Boleh dibilang hampir tiap hari aku makan gado-gado. Bukan apa-apa, pertama memang rasanya enak banget, relatif murah (Rp. 6.000 lengkap pakai telor dan nasi), sehat (sayur-mayur), dan gampang belinya. Saking sudah rutinnya, cukup angkat tangan dari seberang jalan tanpa berkata apapun, si abang sudah tahu pesananku yang super pedas dan akan diantar ke kantor.

Continue reading →

1. Pada awalnya

Tak terasa telah 10 bulan aku merantau di Singapura. Disebut sebagai salah satu dari 3 city-state yang tersisa di dunia selain Monaco dan Vatican City. Irama kehidupan disini terasa cepat, semuanya serba efisien dan tanpa basa-basi. Bisa menjadi culture shock bagi siapapun yang baru disini. Walaupun masih termasuk dalam area Waktu Indonesia Barat, tapi Singapura menganut jam GMT+8, sehingga jam 7 pagi masih gelap, dan jam 7 malam masih terang. Terasa aneh awalnya. Continue reading →