19. Renungan akhir tahun: Pengembaraan Rohani dan Mukjizat Doa (I)

Singapura, jam 6 sore, ruang server, suhu 21 derajat Celcius
Kuperhatikan tumpukan kardus2 yang baru saja tiba tadi siang. Mereka berisi beberapa buah blade server dan xSeries berikut komponen2nya. Satu hal yang cukup mengejutkanku, ternyata server yang dibeli secara internal datangnya masih belum dirakit, jadi kita sendiri yang mesti merakitnya seperti CPU, memory, harddisk, dan power supply tambahan. Dan yang membuatku sedikit grogi adalah harga server2 ini mencapai puluhan ribuan dolar, jadi kalau sampai salah rakit bisa repot.

Continue reading

17. Ilmu Pengetahuan adalah Milik Bersama (V)

“Ada masalah, Pak?”, tanya Maria dengan nada biasa, tapi dari expresi wajahnya dapat kulihat kekhawatiran. Dapat kupahami sih, sebab kita telah terlambat dan para peserta telah menunggu.

“Hmm.. servernya sepertinya belum ada OS-nya”, jawabku sambil mencoba merestart server sekali lagi. Tetap error yang sama.

Continue reading

12. Don’t worry, be happy. (III)

Kuputuskan untuk keluar ruangan dan melihat apa yang terjadi. Ruangan server yang satu lagi berada di sebelah ruangan server tempatku sekarang, tapi pintu masuknya berada di ujung koridor, dan sekarang ini kondisinya gelap karena memang proses packing barang-barang disana telah beres dan karenanya lampu dimatikan. Aku sedikit ragu-ragu sebelum kumulai melangkah.

Continue reading