Jakarta, setahun yang lalu.
Macet! dan maceeeeet!
Satu dari sedikit hal yang kusebal dari Jakarta tercinta ini. Betapa tidak, perjalanan yang seharusnya tidak lebih dari 30 menit, bisa menjelma menjadi 2 jam bahkan lebih.
Jakarta, setahun yang lalu.
Macet! dan maceeeeet!
Satu dari sedikit hal yang kusebal dari Jakarta tercinta ini. Betapa tidak, perjalanan yang seharusnya tidak lebih dari 30 menit, bisa menjelma menjadi 2 jam bahkan lebih.
Kuputuskan untuk keluar ruangan dan melihat apa yang terjadi. Ruangan server yang satu lagi berada di sebelah ruangan server tempatku sekarang, tapi pintu masuknya berada di ujung koridor, dan sekarang ini kondisinya gelap karena memang proses packing barang-barang disana telah beres dan karenanya lampu dimatikan. Aku sedikit ragu-ragu sebelum kumulai melangkah.
Continue reading
Akhirnya setelah persiapan sebulan lebih, waktunya telah tiba. Kantor tempatku bekerja akan pindah gedung dari Jurong ke gedung kantor pusat di daerah Changi.
Continue reading
Udara pagi yang sejuk membangunkanku dari tidurku. Lelap sekali ternyata tidurku semalam. Dengan malas-malasan kubalikkan tubuhku ke sisi yang lain. Masih terlalu mengantuk rasanya.
Continue reading
Tiba-tiba susah sekali rasanya menelan makanan yang masih berada di dalam mulut saking gugupnya. Hampir saja aku tersedak.
Posisi dudukku adalah menghadap jalanan, jadi aku membelakangi stall tempat si Bapak penjual sate. Begitu aku berhenti makan, maka suasana senyap yang mencekam segera semakin melingkupiku. Kurasakan semilir angin lewat di punggung tanganku, angin yang membuatku merinding sebab terasa dingin yang tidak wajar.
Continue reading
Seperti biasa waktu telah menunjukkan pukul 23.00 ketika ku melangkahkan kaki ke arah stasiun MRT. Stasiun MRT di dekat kantorku ini berfungsi pula sebagai terminal bis. Jadi MRT ada di lantai 2, dan di bawahnya adalah stasiun bis.
Continue reading
Pukul telah menunjukkan lewat tengah malam ketika aku sampai di “rumah”. Rumah disini maksudnya adalah sebuah unit apartemen HDB (Home Development Board). Walaupun namanya apartemen, tapi bukan seperti pengertian apartemen di Indonesia yang serba mewah. HDB disini adalah unit-unit apartemen sederhana. Bila yang dimaksud adalah apartemen yang mewah, disini disebut sebagai condominium.
Continue reading
“Apa yang aku cari dalam hidup ini?”
Sebuah pertanyaan yang sederhana. Sayangnya tidak dapat dijawab dengan sederhana. Di dalam usaha menjawab pertanyaan itu, sebuah dialog muncul di dalam diriku.
Bunyi warning low-batt notebookku membuyarkan lamunanku. Tidak terasa waktu telah hampir pukul 23.00. Kutatap catatan-catatan, sticky notes, dan laporan-laporan yang berserakan di meja kerjaku. Kuputuskan untuk meneruskan beberapa di rumah. Segera kututup notebookku dan memasukkannya ke dalam tas ransel. Akupun bergegas meninggalkan kantor dengan sebelumnya mematikan semua lampu.
Continue reading
Dengan tangan sedikit dingin karena grogi dan menghela nafas panjang, kujawab handphoneku.
“Halo….?”
“Hello, Mr. Priyanto?”, terdengar suara seorang laki-laki di ujung telpon dengan logat asia.
“Yes, this is Fajar speaking”, jawabku dengan suara se-PD mungkin.